Pencarian Daftar Penyakit dan Obat

Daftar Penyakit

Pencarian Daftar Penyakit

Cari Berdasarkan Abjad

Daftar Penyakit

Ablasi Retina

Ablasi retina adalah kondisi terlepasnya retina dari bagian belakang mata. Kondisi ini tergolong darurat sehingga harus segera ditangani. Jika tidak, ablasi retina dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Abses Anus

Abses anus adalah benjolan berisi nanah yang terbentuk di anus. Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi bakteri di area anus. Abses anus menimbulkan rasa sakit saat duduk atau buang air besar.

Ablasi Otak

Abses otak atau abses serebri adalah penumpukan nanah akibat infeksi otak. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan pada otak. Abses otak sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur di otak.

Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal (nefrolitiasis) adalah kondisi akibat terbentuknya endapan padat di dalam ginjal yang berasal dari zat kimia dalam urine. Ukuran batu ginjal sekecil butiran pasir hingga sebesar kacang polong.

Bell's Palsy

Bell’s palsy adalah kelumpuhan pada salah satu sisi otot wajah sehingga salah satu sisi wajah tampak melorot. Bell's palsy terjadi secara tiba-tiba, tetapi biasanya tidak bersifat permanen.

Bronkitis

Bronkitis adalah iritasi atau peradangan di dinding saluran bronkus, yaitu pipa yang menyalurkan udara dari tenggorokan ke paru-paru. Bronkitis bisa terjadi dalam hitungan hari, minggu, bahkan bulan.

Cacar Monyet

Cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit. Cacar monyet atau monkeypox pertama kali muncul di negara Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.

Cholangitis

Cholangitis adalah peradangan di saluran empedu, yaitu saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke usus dan kantong empedu. Kondisi ini dapat ditandai dengan demam, mual, dan nyeri di perut.

De Quervain’s Tenosynovitis

De Quervain’s tenosynovitis adalah rasa sakit disertai pembengkakan di pangkal ibu jari dan pergelangan tangan. Rasa sakit ini disebabkan oleh peradangan pada selubung tendon yang terletak di pangkal ibu jari.


Daftar Obat

Pencarian Daftar Obat

Cari Berdasarkan Abjad

Daftar Obat

Abacavir

Abacavir adalah obat antivirus untuk mengobati infeksi HIV. Penggunaan obat ini harus disertai dengan obat anti-HIV lain untuk memaksimalkan efektivitasnya. Abacavir tidak bisa menyembuhkan HIV, melainkan hanya memperlambat perkembangan infeksi HIV.

Antangin

Antangin adalah produk herbal yang bermanfaat untuk mengatasi masuk angin, mual, perut kembung, badan meriang, serta kelelahan. Antangin dijual bebas di apotek atau supermarket dalam bentuk sirop, tablet, dan permen.

Baloxavir Marboxil

Baloxavir marboxil adalah antivirus untuk mengobati gejala flu yang baru muncul dalam 2 hari atau 48 jam pertama. Baloxavir marboxil bekerja dengan cara menghambat pembentukan enzim yang penting untuk perkembangbiakan atau replikasi virus influenza.

Cefoperazone-Sulbactam

Cefoperazone-sulbactam adalah antibiotik yang digunakan untuk menangani penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi organ di dalam perut, meningitis, septikemia, infeksi saluran kemih, atau infeksi tulang dan sendi.

Chlordiazepoxide-Clidinium

Chlordiazepoxide-Clidinium adalah kombinasi obat yang digunakan dalam pengobatan kram perut. Contohnya sakit pada perut yang disebakan seperti tukak lambung, tidak nyaman, atau peradangan.. Obat ini hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter.

Disease Modifying Antirheumatic Drugs

Disease Modifying Antirheumatic Drugs (DMARD) adalah kelompok obat untuk pengobatan penyakit rheumatoid arthritis. Obat golongan ini juga digunakan untuk menangani penyakit autoimun lain dan beberapa jenis kanker.

Doxepine

Doxepine atau doxepin adalah obat untuk menangani depresi dan meredakan rasa gatal atau pruritus akibat kondisi kulit tertentu, seperti eksim. Salah satu bentuk sediaan doxepine yang tersedia di Indonesia adalah krim dengan kandungan 5% doxepin hydrochloride.

Emtricitabine-Tenofovir

Emtricitabine-tenofovir adalah obat untuk membantu mengobati dan mencegah infeksi HIV. Penggunaan emtricitabine-tenofovir harus disertai dengan obat HIV lain, untuk memaksimalkan efektivitasnya. Obat ini hanya bisa diperoleh dan digunakan atas resep dokter.

Feminax

Feminax bermanfaat untuk meredakan nyeri haid (dismenore) dan kram perut. Feminax mengandung 500 mg paracetamol dan 7,6 mg ekstrak hiosiamin. Paracetamol dapat meredakan rasa nyeri, lalu ekstrak hiosiamin membuat otot rahim dan saluran pencernaan rileks.